Saturday, June 23, 2018

Textless Talkmore (Bicara atau Chat?)

Minggu pagi, masih cukup mengantuk rasanya sebelum kembali ke rutinitas setelah libur lebaran. Seperti biasanya mengecek hp adalah hal kedua setelah membuka mata. Banyak chat yang belum aku read entah di line, wa, ataupun dm. Isi chatnya seragam "lagi apa?" "Pulang jangan malem-malem" "udah makan belum" "tidur gih" dan seputar itu. Untuk usia 21 tahun kayaknya gak perlu lagi lah untuk menanyakan hal itu lagi. Aku sudah tau apa yang harus aku lakukan, aku gak akan lupa melakukan segala hal itu tanpa diingatkan.
Sekarang ini saya lebih membutuhkan seseorang yang bisa membuat saya nyaman untuk bercerita, tentang apa saja, dimana saja, tanpa takut, tanpa jeda. Aku lebih suka berbincang dengan memandang wajahnya, melihat ekspresinya, dan tertawa bersama. Disela-sela senja dengan secangkir kopi dan perasaan hangat. Aku butuh teman untuk bicara, untuk cerita, untuk membuatnya menjadi lebih sederhana. Dibanding basa basi dengan tawa yang hanya diketik jari. Bukankah lebih indah jika tawa itu nyata dirasa?




No comments:

Post a Comment