Jika itu memang benar maka katakan benar
Jika itu memang tidak maka katakan saja tidak
Kau tak perlu mengujiku
Apalagi menpertanyakan perasaanku
Aku adalah Uma
Dengan berjuta cinta untuk sang Siwa
Sayangnya
Cintamu hanya rantaian kata yang terseka
Siwa, jika cinta itu benar kau rasa
Tak mungkin raga ini kau ubahnya menjadi Durga
Tak mungkin kau tega membiarkan aku terisak mengurai lara
Jangan mengatasnamakan cinta
Jika kau bahkan tak punya rasa
/Bogor 4 September 2018/
Dari Durga yang tak sudi kau panggil Uma
Nitya Ade Santi
mypoemsverse
a little bit of forester, a girl on the appearance, and minion in the inside
Monday, September 3, 2018
Sunday, September 2, 2018
Werkudoro milik Arimbi
Antara mencintai dan dicintai.
Kau akan menemukan sosok arimbi dalam diriku yang akan bertekuk lutut dihadapanmu.
Antara dibalas atau tidak.
Arimbi tidak memikirkan hal tersebut, yang dia tau adalah bagaimana mencintaimu setulus yang dia mampu
Antara luluh atau tidak.
Sekuat apapun arimbi berusaha, sehalus apapun dewi kunti membujuk. Kau yang memiliki jawabannya
Jadi kakangmas werkudoro,
bisakah kau lihat mataku barang sedetik saja?
/Bogor 3Sept2017/
Dari arimbimu,
Nitya Ade Santi
Kau akan menemukan sosok arimbi dalam diriku yang akan bertekuk lutut dihadapanmu.
Antara dibalas atau tidak.
Arimbi tidak memikirkan hal tersebut, yang dia tau adalah bagaimana mencintaimu setulus yang dia mampu
Antara luluh atau tidak.
Sekuat apapun arimbi berusaha, sehalus apapun dewi kunti membujuk. Kau yang memiliki jawabannya
Jadi kakangmas werkudoro,
bisakah kau lihat mataku barang sedetik saja?
/Bogor 3Sept2017/
Dari arimbimu,
Nitya Ade Santi
Friday, August 24, 2018
Perihal Kekaguman
Sabtu siang di kota solo, kota indah untuk hati yang bingah. Menikmati siang di kereta prambanan ekspress, dengan sedih dan bahagia yang datang bersamaan. Kota ini yang kelak akan menjadi alasan rinduku, dan dia sebagai penawarnya.
Bagaimana seseorang bisa dibuat kagum hanya karna lisan, tindakan, pemikiran, cara pandang, dan senyuman. Maaf, maksutku bukan 'hanya' tapi semua yang dia punya adalah alasannya. Bisa kau jelaskan, kenapa dia bisa sebegitu mudahnya menjadi alasanku untuk tersenyum dan berubah. Bisa kau jelaskan, kenapa dia bisa begitu mudah membuatku melakukan pengorbanan dengan senang hati?
Bagaimana seseorang bisa di buat nyaman hanya karna membahas tectoquinone untuk membasmi rayap, bagaimana ayam mempunyai insting buat mengengkrami, fakta 99% kebakaran hutan disebabkan oleh manusia, bagaimana cara mematikan dormansi, membahas kalor yang terlepas ketika akan turun hujan
Jika mengagumi butuh alasan, dia punya semua alasan untuk menjelaskan. Jika diam itu emas, maka mengaguminya dalam diam itu berlian.
/solo 25 agustus 2018/
Saturday, June 23, 2018
Textless Talkmore (Bicara atau Chat?)
Minggu pagi, masih cukup mengantuk rasanya sebelum kembali ke rutinitas setelah libur lebaran. Seperti biasanya mengecek hp adalah hal kedua setelah membuka mata. Banyak chat yang belum aku read entah di line, wa, ataupun dm. Isi chatnya seragam "lagi apa?" "Pulang jangan malem-malem" "udah makan belum" "tidur gih" dan seputar itu. Untuk usia 21 tahun kayaknya gak perlu lagi lah untuk menanyakan hal itu lagi. Aku sudah tau apa yang harus aku lakukan, aku gak akan lupa melakukan segala hal itu tanpa diingatkan.
Sekarang ini saya lebih membutuhkan seseorang yang bisa membuat saya nyaman untuk bercerita, tentang apa saja, dimana saja, tanpa takut, tanpa jeda. Aku lebih suka berbincang dengan memandang wajahnya, melihat ekspresinya, dan tertawa bersama. Disela-sela senja dengan secangkir kopi dan perasaan hangat. Aku butuh teman untuk bicara, untuk cerita, untuk membuatnya menjadi lebih sederhana. Dibanding basa basi dengan tawa yang hanya diketik jari. Bukankah lebih indah jika tawa itu nyata dirasa?
Sekarang ini saya lebih membutuhkan seseorang yang bisa membuat saya nyaman untuk bercerita, tentang apa saja, dimana saja, tanpa takut, tanpa jeda. Aku lebih suka berbincang dengan memandang wajahnya, melihat ekspresinya, dan tertawa bersama. Disela-sela senja dengan secangkir kopi dan perasaan hangat. Aku butuh teman untuk bicara, untuk cerita, untuk membuatnya menjadi lebih sederhana. Dibanding basa basi dengan tawa yang hanya diketik jari. Bukankah lebih indah jika tawa itu nyata dirasa?
Tuesday, June 19, 2018
Apa mau sang hati ?
Sekarang sudah dini hari, selepas ramadhan dan galungan. tapi tampaknya aku masih belum tau apa yang diinginkan sang hati. Sudah berapa hati yang pernah kusinggahi? dan sebanyak itu pula yang pernah menyakiti. Jangan pura-pura tak mengerti, ingat jatuh cinta adalah kerabat dekat patah hati. Jadi jika kamu jatuh cinta, maka kamu harus menyiapkan sebagian ruang dihatimu untuk disakiti. dan itu yang telah aku lakukan selama ini, membiarkan sebagian ruang hatiku untuk tersakiti. Hal yang paling aku takuti dalam sebuah hubungan adalah sebuah perpisahan, dan lagi-lagi itu yang selalu aku alami.
Bosan rasanya harus melewati siklus-siklus panjang itu lagi, perkenalan - pendekatan - pacaran - kenal keluarga pacar - pergi kemana-mana - konflik - baikan - konflik - putus. BOSAN. Aku terlalu bosan harus memperkenalkan namaku, dimana rumahku, sedang belajar apa sekarang, film apa yang aku sukai, makanan apa yang aku suka, jam berapa aku tidur, basa-basi pendekatan, harus mengenal keluarga yang baru, mengambil hati orang tuanya, kakaknya, neneknya, semuanya. Aku terlalu lelah untuk cekcok masalah-masalah ini, lalu baikan kembali lalu cekcok lagi dan pada akhirnya harus mengakhiri semua siklus yang sudah dijalani tadi. Dan yang paling membuatku bosan adalah melupakan kenangan itu, kenangan sederhana ketika kami sama-sama saling berjuang tetapi pada akhirnya harus menyerah ditengah jalan. SEMUA ITU SANGAT MEMBOSANKAN
Tiap perpisahan itu terjadi yang ada dalam fikiranku hanyalah kata "yang terbaik gak akan pergi, jika dia pergi berarti dia bukan yang terbaik untukku" sesimpel itu dan lebih mirip kalimat penenang untuk luka hati yang sedang menganga. Pastinya kalian pernah merasa benar-benar capek, jenuh, sakit sesakit-sakitnya. Merasa terlalu lelah untuk menjalin cinta yang salah dan akhirnya memilih sendiri dan kesepian. Dan ya setelah ratusan malam dilewati dan setelah kesendirian yang lama ini akhirnya ada satu hal yang bisa menjadi jalan tengah untuk hati yang tak tau apa maunya ini. Sekarang aku lebih mencoba untuk memperbaiki diriku, meningkatkan kualitas diri karena 'katanya' jodoh adalah cerminan diri kita, jika jodohmu bukan cerminanmu berarti dia adalah pelengkapmu. Aku sedang belajar untuk memaafkan diri dan masalalu yang telah terlewati, membuatnya tidak hanya menjadi bekas luka tapi tinggal menunggu waktu dan yakin jika lukanya akan mengering dan terobati.
Ya Tuhan, jika memang sudah waktunya maka jatuhkanlah aku sejatuh-jatuhnya pada hati yang tepat.
Subscribe to:
Posts (Atom)